Bukan Sekadar Tren, Transformasi Hijau Jadi Kunci UMKM Hemat Biaya Operasional Hingga 30%

JAKARTA – Selama ini, konsep bisnis ramah lingkungan seringkali dianggap sebagai beban tambahan bagi pelaku usaha kecil. Namun, dalam kolaborasi internasional antara Universitas Mercu Buana (UMB), OK OCE Indonesia, dan Universitas Malaysia Terengganu (UMT) pada Rabu, 6 Mei 2026, terungkap fakta sebaliknya: Transformasi Hijau adalah strategi efisiensi biaya.
Ketua Umum OK OCE Indonesia, Iim Rusyamsi, mengungkapkan bahwa UMKM yang mulai mengadopsi prinsip ekonomi hijau—seperti Reduce, Reuse, dan Recycle (3R)—berpotensi memangkas biaya operasional mereka hingga 30 persen. Penghematan ini muncul dari pengelolaan sumber daya yang lebih cerdas, pengurangan limbah produksi, hingga efisiensi penggunaan energi dalam operasional harian.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Yusliza Mohd Yusoff dari Universitas Malaysia Terengganu membagikan perspektif global mengenai bagaimana digitalisasi mendukung keberlanjutan. Menurutnya, penggunaan alat hemat daya dan audit energi sederhana bukan lagi pilihan, melainkan keharusan jika UMKM ingin tetap relevan di mata konsumen modern yang kini jauh lebih peduli pada isu lingkungan.
Selain faktor penghematan, transformasi hijau juga menjadi tiket bagi UMKM Indonesia untuk menembus pasar internasional. Konsumen global saat ini cenderung memberikan loyalitas lebih tinggi kepada merek yang memiliki tanggung jawab lingkungan. Dengan demikian, penerapan standar hijau bukan hanya tentang menjaga alam, tetapi tentang memperkuat struktur keuangan dan daya saing bisnis di skala yang lebih luas.
Melalui sinergi lintas negara ini, para pelaku usaha didorong untuk melihat aspek keberlanjutan sebagai investasi jangka panjang yang mendatangkan profit, bukan sekadar pelengkap administratif.
Artikel terkait
InsyaAllah Berkah, GAN Community Gelar Kajian Bisnis Islami untuk Dorong Lansia Tetap Produktif
Cari Tahu Apa Bedanya Konten Biasa dan Konten yang Menghasilkan Uang Bersama OK OCE X Transformate Indonesia