OK OCE Logo OK OCE Indonesia
Beranda Berita Event & Pelatihan Komunitas Penggerak Donasi Kemanusiaan Tentang Kami FAQ & Bantuan

InsyaAllah Berkah, GAN Community Gelar Kajian Bisnis Islami untuk Dorong Lansia Tetap Produktif

isaura zahra

JAKARTA SELATAN — Mengejar target bisnis tentu boleh-boleh saja. Namun, jangan sampai cara mencapainya justru menjadi beban yang memberatkan di akhirat kelak. Berangkat dari keresahan ini, pada 22 September 2026 lalu, Gebrakan Anak Negeri menggelar kajian yang mengupas tuntas cara membangun bisnis yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga membawa keberkahan.

Acara bertema “Ilmu untuk Usaha, Usaha untuk Keberkahan” yang digelar di Kebayoran Park Mall ini disambut antusias oleh lebih dari 130 peserta dari berbagai daerah. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari founder OK OCE IndonesiaーIndra Uno dan Sandiaga Uno, lalu dilanjutkan dengan sesi talkshow interaktif bersama para pembicara.

Dalam sesi awal, Coach Practitioner, Evie Sofia membuktikan bahwa pensiun bukan akhir dari segalanya, melainkan babak baru untuk terus berkarya. Beliau menginspirasi sesama lansia untuk tetap produktif dan menebar manfaat di usia senja.

Tak kalah menginspirasi, Ketua Umum OK OCE, Iim Rusyamsi mempertegas para peserta tetap perlu menguasai AI dan teknologi digital di usia lanjut. Hal ini bertujuan agar mereka tidak tertinggal dan bisa beraktivitas dengan lebih efisien.

Sementara itu, Ir. Pramono Dewo selaku pembicara utama membahas strategi membangun usaha yang penuh keberkahan dan menghindari praktik bisnis yang dilarang syariat. Banyak orang beranggapan bahwa memulai bisnis harus memakai uang, tetapi pria yang akrab disapa “PakDe” itu justru menepis hal tersebut.

“Bisnis itu tidak selalu butuh modal uang. Yang utama justru keberanian dan kreativitas,” ujarnya.

Ia menambahkan ada tiga pilar utama yang harus diperhatikan dalam mengelola bisnis:

1. Produksi barang/jasa yang dibutuhkan. Jangan asal membuka usaha tanpa strategi atau sekadar ikut-ikutan orang sekitar.

2. Kuasai marketing. Di era digital, penting untuk menguasai penggunaan media sosial sebagai sarana marketing.

3. Pengelolaan keuangan. Kesalahan yang paling sering dilakukan UMKM adalah tidak memisahkan uang pribadi dan uang bisnis.

PakDe mengingatkan bahwa uang bisnis adalah modal untuk operasional esok hari, sehingga yang boleh diambil hanya keuntungannya. Apabila uang modal ikut terpakai, bisnis berpotensi ambruk. Beliau juga menekankan pentingnya belajar laporan keuangan dasar seperti laba-rugi. Ditambah lagi, saat ini sudah banyak aplikasi pendukung yang mempermudah pengelolaan keuangan.

Selain tiga pilar di atas, PakDe mengingatkan peserta agar selalu menjalankan bisnis sesuai syariat Islam dengan menghindari riba, asuransi konvensional, judi, dan tindakan zalim.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa usia bukanlah halangan untuk terus berkarya. OK OCE berkomitmen untuk terus masyarakat agar mampu mencetak bisnis yang tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga membawa keberkahan bagi masyarakat.

1
Bagikan: WhatsApp Telegram Facebook X

Artikel terkait