USC Marshall Bersama OK OCE Kunjungi Pulau Macan, Ternyata Ini Penyebab Terumbu Karang Dapat Rusak!

Kepulauan Seribu – OK OCE Indonesia berkolaborasi bersama University of Southern California (USC) dalam melaksanakan program studi banding ‘Global Applied Research’. Rully Mardjono, Direktur Data Riset OK OCE dan Dosen Sistem Informasi Universitas Trisakti mengatakan ada 4 bidang yang diteliti, fashion, terumbu karang, pengolahan plastik, dan peternakan.

Albert, Island Host Pulau Macan, mengatakan dirinya sangat senang dikunjungi mahasiswa USC bersama OK OCE karena kepedulian terhadap terumbu karang. “ Kalau disini biasanya kita akan membersihkan terumbu karang setiap 2 minggu sekali. Biasanya kalau rusak penyebabnya ya sampah plastik hingga ombak yang terlalu tinggi”, ungkapnya beberapa waktu lalu.
Riley, Annica, dan Marina antusias menanyakan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Mereka menanyakan bagaimana restorasi terumbu karang dilakukan.
Albert, menjelaskan, dalam restorasi terumbu karang, Pulau Macan akan menanam baby coral yang berasal dari Pemerintah. Kegiatan biasa dilakukan 4-5 bulan dalam setiap tahunnya.
“Untuk harga baby coral harganya 30.000 untuk 1buahnya ,dan untuk ukurannya kurang dari 1 cm. Perlu 20 baby coral dalam setiap penanamannya, untuk satu orang. Tidak hanya itu, Mangroove juga mereka tanam di pulau ini,” tambahnya,

Kegiatan ini juga menjadi salah satu rangkaian penelitian antara OK OCE bersama Stanford University mendatang terkait dengan terumbu karang.
Artikel terkait
Eksplorasi Pengembangan Wakaf Produktif Sektor Riil, Yayasan OK OCE Kemanusiaan Hadiri Waqf Investor Forum 2026
Perkuat Pengelolaan Dana Abadi Lintas Generasi, OK OCE Kemanusiaan Hadiri Intimate Gathering Rumah Zakat