Program Master Mentor #3 OK OCE, Pelatihan Intensif Cetak Mentor UMKM Berkualitas

Bogor — Program Master Mentor Batch #3 digelar oleh OK OCE Indonesia di Villa Oblady, Sentul, Hambalang, pada 23–25 Oktober 2025. Selama tiga hari penuh, para peserta mengikuti rangkaian pelatihan intensif yang dirancang untuk melahirkan mentor dan trainer baru yang siap menggerakkan UMKM Indonesia.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif OK OCE Indonesia untuk memperkuat ekosistem pendamping UMKM melalui pelatihan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, dan pengembangan diri.
“Seorang mentor sejati tidak hanya mengajarkan, tetapi juga menyalakan semangat perubahan bagi diri sendiri dan orang lain,” ujar Coach Zulfikar (Kang Zul) saat membuka sesi pertama bertajuk Awakening Heroic Mentor.
Materi pembuka mengajak peserta untuk memahami pentingnya kesadaran diri dan energi koneksi antarmanusia. Kang Zul menekankan bahwa mentor perlu mampu melihat secara vertikal (visi luas) dan masuk secara horizontal (empati dan aksi nyata) untuk menemukan peluang terbaik bagi diri maupun UMKM binaannya.
Ia juga mengutip pemikiran Prof. Otto Scharmer tentang “we collectively create results that nobody wants”, sebagai refleksi bahwa banyak hasil yang tidak diinginkan muncul karena kita gagal menyadari ruang antara stimulus dan respon.
“Kita bisa menciptakan jarak untuk bernafas lebih tenang, sehingga keputusan yang diambil lebih bijak dan minim risiko,” jelasnya.

Peserta juga diajak keluar dari lingkaran drama seperti peran korban, pelarian, dan penyengsara — menuju lingkaran pertumbuhan heroic sebagai challenger, coach, dan creator.
Hari kedua diisi oleh Coach Nita Elvira, yang memperkenalkan Emotional Freedom Technique (EFT) metode modern berbasis akupuntur psikologis untuk mengatasi hambatan emosional.
Menurut Coach Nita, teknik ini dikembangkan oleh Garry Craig dari metode TFT (Thought Field Therapy) milik dosennya, yang awalnya menggunakan lebih dari 370 titik akupuntur. Craig kemudian menyederhanakannya menjadi tujuh titik utama.
“EFT membantu kita berdamai dengan memori menyakitkan, rasa cemas, atau kesedihan agar energi positif dapat kembali mengalir,” ujarnya.
Sesi penutup dibawakan oleh Coach Sulistio, yang memadukan dua kemampuan penting bagi seorang mentor: Public Speaking dan Coaching.
Dalam Public Speaking, ia menekankan pentingnya koneksi antara peserta, pesan, dan pemateri agar komunikasi berjalan efektif. Sementara dalam Coaching, peserta belajar bagaimana memprovokasi pikiran coachee agar mampu menemukan solusi dari masalah yang dihadapi.
“Tugas seorang coach bukan memberi jawaban, melainkan menuntun seseorang menemukan jawabannya sendiri,” tegasnya.
Apresiasi dari Elvi (Ketua Komuntias Penggerak ISOMA Tangsel) yang menjadi peserta kegiatan Master Mentor #3. ““Alhamdulillah, dalam acara ini kami mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat sebagai pendamping UMKM. Ilmu yang akan kami gunakan untuk terus menggerakkan dan memajukan para pelaku usaha di sekitar Tangerang Selatan. Semoga program ini semakin maju, semakin besar, dan terus memberikan kebermanfaatan bagi pelaku usaha di seluruh Indonesia.”
Selama tiga hari, peserta tak hanya mendapatkan E-Modul dan E-Sertifikat, tetapi juga kesempatan berinteraksi langsung dengan tokoh nasional Sandiaga Uno serta peluang untuk menjadi Trainer atau Mentor OK OCE.
Informasi Lainnya Tentang Kegiatan :
Instagram : https://www.instagram.com/p/DQSsrkIkg6i/