Pentingnya Public Speaking untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Profesionalisme

Jakarta, 26 November 2024 – Dalam dunia yang semakin kompetitif, kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking adalah salah satu keterampilan esensial yang dapat membuka banyak peluang. Menyadari kebutuhan tersebut, OK OCE Indonesia menyelenggarakan workshop Pentingnya Public Speaking yang dipandu oleh Palupi Krakatao. Acara ini bertujuan membantu peserta mengasah keterampilan berbicara secara efektif, meningkatkan rasa percaya diri, dan memahami seni berbicara di depan umum.
Palupi Krakatao memulai sesinya dengan sebuah kutipan inspiratif: “Semua pembicara hebat sebelumnya adalah pembicara pemula,” mengingatkan bahwa keterampilan ini dapat dipelajari oleh siapa saja yang memiliki niat dan kemauan untuk terus berlatih. Workshop ini mengupas berbagai aspek public speaking, termasuk dasar-dasar komunikasi yang baik, teknik melatih artikulasi, hingga cara mengatasi rasa grogi.
Palupi melanjutkan dengan memperkenalkan konsep 3V dalam public speaking: Visual, Verbal, dan Vokal, yang masing-masing menyumbang 70%, 20%, dan 10% dalam efektivitas penyampaian pesan. “Ketiga elemen ini harus berjalan beriringan. Visual terkait dengan penampilan dan bahasa tubuh Anda, Verbal menyangkut kata-kata yang Anda pilih, dan Vokal mencerminkan intonasi serta emosi yang Anda sampaikan,” ujar Palupi.

Selama sesi, Palupi memberikan tantangan adlibs speaking kepada peserta, di mana mereka diminta berbicara spontan di depan audiens. Aktivitas ini dirancang untuk melatih keluwesan dalam berbicara dan meningkatkan kepercayaan diri. Ia juga mengingatkan peserta untuk aktif berinteraksi, mencatat, dan tidak menghindar saat kesempatan berbicara muncul. “Dilarang menghibur diri dengan berpikir kamu introvert. Public speaking adalah seni berbicara yang bisa dipelajari siapa saja,” tegasnya.
Selain itu, Palupi menyoroti pentingnya Logos (pengetahuan), Pathos (emosi), dan Ethos (moral) dalam membangun komunikasi yang kuat. Ia juga membagikan tips praktis, seperti teknik artikulasi melalui latihan sederhana, misalnya mengucapkan “Kakiku luka, luka kakiku” untuk melatih kelancaran bicara.

Workshop ini ditutup dengan motivasi dari Palupi yang mendorong peserta untuk terus belajar dan mengambil setiap kesempatan berbicara. “Mulai dulu, sambil kita sempurnakan. Jangan tunggu sempurna dulu baru kita memulai,” ucapnya dengan semangat. Vicka menutup acara dengan menyampaikan apresiasi kepada Palupi dan peserta, serta mengumumkan bahwa sesi lanjutan akan tersedia dengan materi yang lebih mendalam dalam format berbayar.
OK OCE Indonesia berharap workshop ini dapat menjadi langkah awal bagi peserta untuk menjadi komunikator yang andal dan terus berkembang di bidangnya masing-masing. Acara ini mencerminkan komitmen OK OCE untuk mendukung pengembangan keterampilan masyarakat melalui program-program edukatif yang relevan.
Artikel terkait
Eksplorasi Pengembangan Wakaf Produktif Sektor Riil, Yayasan OK OCE Kemanusiaan Hadiri Waqf Investor Forum 2026
Perkuat Pengelolaan Dana Abadi Lintas Generasi, OK OCE Kemanusiaan Hadiri Intimate Gathering Rumah Zakat