OK OCE Logo OK OCE Indonesia
Beranda Berita Event & Pelatihan Komunitas Penggerak Donasi Kemanusiaan Tentang Kami FAQ & Bantuan

OK OCE Indonesia Gelar Pelatihan Pendalaman Teori dan Praktik Terapi Totok Punggung

OK OCE INDONESIA

Jakarta — Sebagai lanjutan dari pelatihan dasar yang telah dilaksanakan sebelumnya, OK OCE Indonesia mengadakan pelatihan pendalaman Teori dan Praktik Terapi Totok Punggung pada Kamis, 29 Januari 2026 pukul 13.00 WIB. Bertempat di Kantor OK OCE Kemanusiaan, Tebet, Jakarta Selatan, kegiatan ini difokuskan pada pendalaman materi dan praktik langsung bagi para peserta.

Pelatihan pendalaman ini merupakan kelanjutan dari pelatihan dasar terapi totok punggung yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 27 Januari 2026. Jika pada sesi dasar peserta dibekali pemahaman awal mengenai konsep dan teknik umum, maka pada pelatihan lanjutan ini fokus diarahkan pada pendalaman materi, peningkatan kepekaan diagnosa awal, serta praktik langsung penanganan berbagai kondisi kesehatan.

Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai prinsip dasar terapi totok punggung yang menitikberatkan pada area punggung sebagai pusat saraf dan aliran energi tubuh. Materi disampaikan secara aplikatif, mulai dari teknik penggunaan jari, identifikasi titik sumbatan, hingga tahapan general treatment dan focusing treatment. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada penanganan kondisi darurat sederhana seperti pingsan, sesak napas, kejang, hingga keluhan umum seperti migrain dan gangguan lambung.

Pelatihan berlangsung secara interaktif, dengan pendekatan praktik langsung antar peserta. Setiap tahapan terapi tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga membangun kesadaran bahwa terapi dilakukan sebagai bentuk ikhtiar, dengan mengedepankan niat membantu sesama, pendekatan yang humanis, serta etika dalam memberikan layanan kesehatan alternatif.

Sebagai narasumber, Yurnia Indriasari, S.E., Ketua OK OCE Sehat sekaligus Trainer Nasional Totok Punggung, menjelaskan bahwa pelatihan pendalaman ini difokuskan untuk memperkuat kesiapan peserta dalam mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari.

“Alhamdulillah, antusiasme peserta hari ini luar biasa. Pada pelatihan pendalaman ini kami lebih banyak langsung praktik, termasuk bagaimana menangani kondisi darurat. Harapannya, peserta dapat mengaplikasikan ilmu totok punggung mulai dari lingkungan keluarga, tetangga, hingga masyarakat luas,” ujar Yurnia.

Ia menambahkan bahwa terapi totok punggung tidak hanya bermanfaat dari sisi kesehatan, tetapi juga dapat menjadi peluang kemandirian ekonomi. “InsyaAllah, dengan niat yang diluaskan untuk membantu sesama, ilmu ini dapat berguna bagi masyarakat dan sekaligus menambah perekonomian keluarga,” tambahnya.

Antusiasme serupa juga dirasakan oleh para peserta. Ayu, peserta asal Depok, mengaku tertarik mengikuti pelatihan hingga dua sesi karena latar belakangnya di bidang senam sehat. “Saya tertarik karena totok punggung ini sangat bermanfaat. Setelah praktik, badan terasa lebih rileks dan ringan. Setelah mengikuti sesi dasar dan pendalaman, saya jadi lebih percaya diri karena sudah punya gambaran titik-titik yang bisa diterapkan di masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Emi Riswanti, peserta dari Tebet Timur, menilai terapi totok punggung sebagai metode sederhana dengan manfaat besar. “Totok punggung terlihat sederhana, tapi hasilnya luar biasa. Di sesi dasar kita belajar general treatment, sementara di pendalaman lebih fokus pada sumbatan dan penyakit tertentu. InsyaAllah setelah banyak belajar  saya akan mulai mempraktikkan ke keluarga dan kerabat,” tuturnya.

Melalui pelatihan lanjutan ini, OK OCE Indonesia berharap peserta tidak hanya memahami teknik secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara aman, bertanggung jawab, dan bermanfaat di lingkungan sekitar, termasuk dalam kegiatan sosial dan bakti kemanusiaan.

Bagikan: WhatsApp Telegram Facebook X

Artikel terkait