OK OCE Berikan Fasilitas Premium Membership Dalam Mendukung Optimasi Pengusaha Lokal

Jakarta- Gerakan sosial OK OCE Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas layanan bagi para anggotanya, salah satunya dengan memperkenalkan program Premium Membership.
Rully Mustaqimah, Direktorat Kerjasama Penggerak, mengatakan” Program ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi penggerak usaha di bawah naungan OK OCE, terutama dalam hal akses ke pelatihan lanjutan, fasilitas eksklusif, serta peluang bisnis yang lebih besar”.
Dirinya juga menambahkan, banyaknya anggota yang tersebar di berbagai provinsi, penerapan membership ini diharapkan mampu memperkuat jaringan usaha serta memberikan dukungan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan

Dalam sesi diskusi pertama, beberapa peserta menyampaikan tanggapan positif mengenai penerapan premium membership salah satunya yaitu Dewi. Dewi Espas menyambut baik fasilitas diskon yang ditawarkan, namun mengingatkan bahwa sebagian besar anggota OK OCE berasal dari kalangan menengah ke bawah, sehingga penting untuk mempertimbangkan kemampuan mereka dalam membayar biaya membership. Selain itu, Esti mengatakan “penggerak harus dilibatkan dalam setiap acara dan workshop agar berjalan dengan baik”. Peserta lain seperti Budi juga mendukung ide premium membership dengan syarat fasilitas yang diberikan harus sepadan.
Diskusi berlanjut dengan usulan layanan tambahan yang bisa ditawarkan kepada anggota premium. Evie mengusulkan kerjasama dengan perusahaan asuransi, sementara Budi menginginkan prioritas bagi anggota premium dalam mengikuti acara seperti bazar atau pameran. Selain itu, peserta lain mengusulkan pelatihan tingkat lanjut dan layanan khusus perizinan bagi anggota premium.
Mengenai biaya bulanan membership, terdapat berbagai usulan kisaran biaya, mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 50.000 per bulan. Usulan lainnya termasuk biaya seumur hidup sebesar Rp 2 juta, dengan pembagian hasil antara pusat dan daerah. Beberapa peserta menyarankan distribusi yang adil agar keuntungan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan penggerak OK OCE.

Sosialisasi terkait program ini juga menjadi fokus pembahasan. Peserta sepakat bahwa perlu dilakukan melalui media sosial dan acara OK OCE, serta melibatkan ketua penggerak dalam menyebarkan informasi. Susi menyarankan agar penerapan membership dilakukan pada tahun 2025, setelah proses sosialisasi dan persiapan yang matang. Selain itu, perlu diadakan survei kepada anggota untuk mengukur respons dan kebutuhan mereka sebelum program resmi diluncurkan.
Kesimpulan dari FGD ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta setuju dengan penerapan premium membership, asalkan program memberikan manfaat yang jelas bagi anggotanya. Sosialisasi segera akan dilakukan, diikuti dengan survei kepada anggota, serta kampanye promosi yang didukung oleh tim magang OK OCE. Program ini ditargetkan untuk diluncurkan awal tahun depan dengan harapan dapat memperkuat jaringan dan pemberdayaan penggerak OK OCE di seluruh Indonesia.
Artikel terkait
Eksplorasi Pengembangan Wakaf Produktif Sektor Riil, Yayasan OK OCE Kemanusiaan Hadiri Waqf Investor Forum 2026
Perkuat Pengelolaan Dana Abadi Lintas Generasi, OK OCE Kemanusiaan Hadiri Intimate Gathering Rumah Zakat