OK OCE Logo OK OCE Indonesia
Beranda Berita Event & Pelatihan Komunitas Penggerak Donasi Kemanusiaan Tentang Kami FAQ & Bantuan

Dorong Perempuan Berdaya, WCT dan OK OCE Indonesia Gelar Seminar ‘Creative Motherhood’ dan Bazar UMKM di Jakarta

OK OCE INDONESIA

Jakarta – Komunitas Wanita Cerdas Tangguh (WCT) berkolaborasi dengan gerakan sosial OK OCE Indonesia sukses menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Creative Motherhood: Dari Rumah Menembus Pasar” pada Selasa, 14 Juli 2026. Bertempat di Kantor Dinas DPMPTSP Lantai 4, Jakarta Selatan, acara ini menjadi wadah strategis bagi para ibu rumah tangga untuk mengoptimalkan potensi ekonomi keluarga. Kemeriahan acara ini semakin terasa dengan hadirnya Bazar UMKM yang diikuti oleh 10 hingga 15 stan produk lokal unggulan kreatif milik anggota komunitas.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Founder Wanita Cerdas Tangguh, Dian Mulyaningsih Mulyaningsih CFP, AWP, AWP, CFP, AWP, QWP. Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan pentingnya kemandirian finansial bagi perempuan tanpa harus meninggalkan peran utama di dalam keluarga. “Perempuan, khususnya para ibu, memiliki potensi luar biasa untuk menjadi penggerak ekonomi dari rumah. Melalui program Creative Motherhood ini, kami ingin membekali mereka dengan kecerdasan finansial dan keterampilan praktis agar produk rumahan mereka mampu bersaing dan menembus pasar yang lebih luas,” ujar Dian.

Baca Juga: Kolaborasi Multi-Pihak di Tax Payer Conference 2026, OK OCE Indonesia Siap Cetak Wirausaha Taat Pajak

Seminar ini menghadirkan jajaran pakar dan tokoh nasional sebagai narasumber, salah satunya adalah Founder OK OCE, Dr. Indra Cahya Uno, M.B.A., M.Sc. Beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata yang diinisiasi oleh WCT. “Program yang dilakukan WCT hari ini sangatlah baik karena berguna untuk Pelaku UMKM meningkatkan ilmu, selaras dengan niat OK OCE untuk memberikan ilmu pengetahuan ke UMKM agar dengan meningkatkan ilmu juga bisa meningkatkan usaha sehingga bisa menciptakan lapangan kerja baru untuk masyarakat,” ungkap Dr. Indra Uno.

Beliau juga menambahkan bahwa pelatihan inovatif seperti pembuatan Eco-Enzim yang diajarkan dalam sesi ini memiliki nilai tambah yang besar. “Materi Eco-Enzim juga inovasi baru untuk pelatihan di Indonesia, karena selain bermanfaat untuk green transformation tapi juga bermanfaat untuk diri sendiri dan berpotensi mendapat cuan,” tambahnya.

Sejalan dengan visi bisnis ramah lingkungan, Ketua Umum OK OCE Indonesia, Iim Rusyamsi, ST, MM, memaparkan materi mengenai pentingnya Green Transformation atau transformasi hijau bagi keberlanjutan usaha mikro. “UMKM masa kini tidak hanya harus naik kelas secara omzet, tetapi juga wajib melek dan peduli terhadap lingkungan. Penerapan konsep green transformation dalam proses produksi akan memberikan nilai unik pada produk, menekan limbah, sekaligus menjaga kelestarian alam demi bisnis yang berkelanjutan,” jelas Iim Rusyamsi dalam pemaparannya.

Baca Juga: Seeker Revolution dan Komunitas Transformasi Generasi Berdaya (TGB) Perkuat Roadmap Bisnis 130 Wirausaha Muda Hadapi Kuartal III

Tak kalah penting, aspek standardisasi keahlian pelaku usaha juga dikupas tuntas oleh Dra. Aviana MS Tjokro selaku Master Asesor BNSP dan Direktur LSP-EI. Ia memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya pengakuan keahlian melalui Sertifikasi BNSP dan penguatan competency skill. “Untuk bisa menembus pasar yang lebih luas dan kompetitif, produk yang baik harus didukung oleh SDM yang kompeten. Melalui sertifikasi kompetensi dari BNSP, keahlian para ibu dalam mengelola usaha maupun memproduksi barang kini memiliki pengakuan resmi berskala nasional, yang menjadi modal kuat untuk meningkatkan daya saing serta nilai tawar UMKM di dunia industri,” tegas Ibu Aviana.

Selain materi standardisasi dan finansial, peserta juga dibekali keterampilan agribisnis praktis oleh AKBP Purn. Syachriani (Sophiani), S.Sos., selaku Initiator Produk Talas Inspiratif. Ia mengupas tuntas potensi pengelolaan tanaman talas dari hulu ke hilir. Menurutnya, “Pemanfaatan lahan sempit untuk budidaya talas merupakan solusi cerdas untuk menghasilkan komoditas pangan bernilai tinggi serta menjadi opsi produk sehat yang kaya manfaat bagi masyarakat”.

Guna melengkapi aspek legalitas usaha, seminar ini juga menghadirkan Nur Dahlia Biki dari LPBH Halal. Dalam sesinya, Nur Dahlia menekankan pentingnya sertifikasi resmi bagi produk-produk kuliner rumahan. “Kepemilikan sertifikat halal bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kunci utama bagi produk pelaku UMKM untuk menembus pasar formal dan meningkatkan kepercayaan konsumen secara luas. Kami di BPJPH siap mendampingi para ibu tangguh di sini agar proses sertifikasi produk mereka berjalan lancar dan cepat,” pungkas Nur Dahlia sebelum penutupan acara yang diakhiri dengan sesi tanya jawab serta doa bersama.

Bagikan: WhatsApp Telegram Facebook X

Artikel terkait