OK OCE Logo OK OCE Indonesia
Beranda Berita Event & Pelatihan Komunitas Penggerak Donasi Kemanusiaan Tentang Kami FAQ & Bantuan

Bendahara Umum OK OCE Indonesia, Rully Mardjono Ajak Pengusaha Adaptif di Era AI Lewat AI Strategic Class The Beginning #1

OK OCE INDONESIA

Jakarta — OK OCE Indonesia kembali menghadirkan ruang belajar strategis melalui kegiatan “AI Strategic Class The Beginning #1” yang digelar pada Rabu, 18 Februari 2026  pukul 13.00–14.30 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Kelas perdana ini mengangkat tema “Mengenal Dunia AI: Cara Mudah Memanfaatkan Teknologi di Kehidupan Sehari-hari” dengan menghadirkan Bendahara Umum OK OCE Indonesia, Rully Mardjono, sebagai narasumber.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen OK OCE Indonesia dalam mendorong literasi teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), bagi para pelaku usaha, penggerak komunitas, serta masyarakat umum yang ingin meningkatkan daya saing di era digital.

Dalam pemaparannya, Rully menjelaskan bahwa AI bukanlah teknologi baru, melainkan hasil pengembangan panjang sejak pertengahan abad ke-20. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, AI berkembang sangat pesat dan semakin mudah diakses publik. “AI pada dasarnya adalah kecerdasan buatan yang dirancang untuk meniru pola pikir manusia, belajar dari data, dan membantu pengambilan keputusan. Karena berbasis data, kualitas hasil AI sangat bergantung pada data yang dipelajarinya,” ujar Rully.

Ia menekankan pentingnya memahami AI dengan bahasa sederhana agar tidak menimbulkan ketakutan berlebihan. Menurutnya, AI seharusnya diposisikan sebagai alat bantu atau asisten, bukan ancaman. “Yang berbahaya bukan teknologinya, melainkan bagaimana manusia menggunakannya,” tambahnya.

Dalam sesi materi, peserta diajak mengenali berbagai contoh penggunaan AI yang sudah dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari fitur chatbot layanan pelanggan, rekomendasi produk di platform belanja online, hingga kurasi konten di media sosial. AI juga telah digunakan untuk menyusun konten, menganalisis data penjualan, hingga membantu pembuatan konsep bisnis.

Menjawab kekhawatiran tentang hilangnya lapangan kerja, Rully menjelaskan bahwa perkembangan AI memang mendorong otomatisasi di sejumlah sektor, terutama pekerjaan repetitif. Namun di sisi lain, AI juga membuka peluang profesi baru seperti AI trainer, prompt engineer, data annotator, hingga AI content specialist. “Seperti perubahan teknologi sebelumnya, selalu ada pekerjaan yang tergantikan, tetapi juga ada peluang baru yang tercipta. Kuncinya adalah adaptif,” jelasnya.

Ia juga memberikan tips praktis menggunakan AI sebagai asisten pribadi, seperti membuat proyek terpisah sesuai topik agar sistem lebih fokus, menyusun perintah (prompt) secara jelas dan terstruktur, serta melakukan verifikasi atas setiap hasil yang diberikan AI. Peserta diingatkan untuk tidak sepenuhnya bergantung pada AI, melainkan tetap mengasah kemampuan berpikir kritis.

Selain itu, aspek keamanan data menjadi perhatian penting dalam diskusi. Rully mengingatkan agar pengguna tidak memasukkan data pribadi yang sensitif, seperti nomor identitas, data keuangan, atau informasi rahasia perusahaan, ke dalam platform AI berbasis cloud. “Data yang kita unggah bisa menjadi bagian dari basis data. Karena itu, pengguna harus bijak dan berhati-hati,” tegasnya.

Sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif turut membahas isu ketergantungan pada AI dalam operasional bisnis, perlindungan data pribadi, serta dampak AI terhadap sektor padat karya. Rully menegaskan bahwa AI boleh dimanfaatkan untuk efisiensi dan percepatan kerja, tetapi tidak untuk menggantikan sepenuhnya kemampuan berpikir manusia. “Bukan AI yang akan mengalahkan kita, melainkan orang yang mampu menggunakan AI dengan lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan rangkaian awal dari seri kelas AI yang akan berlanjut ke sesi berikutnya, termasuk agenda pelatihan lanjutan secara lebih mendalam dan praktik langsung. Melalui program ini, OK OCE Indonesia berharap para pelaku UMKM dan komunitas dapat lebih siap menghadapi transformasi digital, memanfaatkan AI secara produktif, serta tetap menjunjung etika dan keamanan dalam penggunaannya.

Dengan meningkatnya adopsi AI di berbagai sektor, OK OCE Indonesia mendorong anggotanya untuk tidak sekadar menjadi pengguna pasif, tetapi menjadi pihak yang mampu mengendarai teknologi demi pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Bagikan: WhatsApp Telegram Facebook X

Artikel terkait